''NRWANA NURUL IMAN"
Dahsyatnya Sedekah
Assalamualaikum wr wb.
Berikut ini adalah edisi perkenalan dari kami ''NURWANA NURUL IMAN''
yang insyaalloh akan melakukan ufdate terbitan untuk buletin jum,at
selama bulan suci romadhon ini,adapun semua bahasan tulisan yang akan
kami cetak bersumber dari ''CAHAYA ISLAM'' yang telah kami coppy di
setiap terbitannya oleh Ibu Pipik Dian Irawati beliau adalah salah
satu aktifis yang cukup baik untuk di teladani dan kini setiap
tulisannya sering kali hadir lewat facebook dan sudah kami simpan untuk
kami seleksi dan kami terbitkan mengisi ''BULETIN JUM'AT'' tak lupa
mohon maaf atas segala kekurangannya kritik serta saran silahkan sms
saja ke 03419601547,082132427005,085607972700.
Dimanakah
letak kedahsyatan hamba-hamba Allah yang bersedekah? Dikisahkan dalam
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut
:
Tatkala
Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun
menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya,
ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan
gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?"
Allah menjawab, "Ada, yaitu besi"
(Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan
diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).
Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?"
Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).
Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?"
Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).
"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para malaikta.
Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin"
(Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan
menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan
menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang
tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin
ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).
Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"
Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."
Artinya,
orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang
yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah
yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer
ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.
Inilah
gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang
ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi
tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu
rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan
sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang
ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi
kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa
kebaikan.
Karenanya,
tidak usah heran, seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah
orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tidak akan kalah
oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan.
Apalagi
kedahsyatan seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas? Pada suatu
hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru
kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya
kemudian bercerita mengenai sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya
ketika pulang kampung dengan naik bis antar kota beberapa hari
sebelumnya. Di tengah perjalanan bis yang ditumpanginya terkena musibah,
bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat.
Bahkan para penumpang yang duduk di kurs-kursi di dekatnya meninggal
seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya
dua orang yang selamat, bahkan tidak terluka sedikit pun. Mereka itu, ya
kedua akhwat itulah. Keduanya mengisahkan kejadian tersebut dengan
menangis tersedu-sedu penuh syukur.
Mengapa
mereka ditakdirkan Allah selamat tidak kurang suatu apa? Menurut
pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya ketika itu,
yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu
dan selama dalam perjalanan selalu melafazkan zikir.
Sahabat,
tidaklah kita ragukan lagi, bahwa inilah sebagian dari fadhilah
(keutamaan) bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya disaat-saat
sangat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka.
Allah
Azza wa Jalla adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada
semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang pada hampir setiap desah nafas
selalu membangkang terhadap perintah-Nya pada hampir setiap gerak-gerik
kita tercermin amalan yang dilarang-Nya, toh Dia tetap saja mengucurkan
rahmat-Nya yang tiada terkira.
Segala
amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, semuanya akan
terpulang kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang
kini ada dalam genggaman kita dan kerapkali membuat kita lalai dan
alpa. Demi Allah, semua ini datangnya dari Allah yang Maha Pemberi Rizki
dan Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa
beramal dan bersedekah dengan sepenuh ke-ikhlas-an semata-mata karena
Allah. Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari
pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak.
Dari
pengalaman kongkrit kedua akhwat ataupun kutipan hadits seperti
diuraikan di atas, dengan penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti
yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang
disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan
dari-Nya.
Inilah
barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabatnya yang
tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan infaq
dan sedekah. Apalagi pada saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah
kepada Rasulullah SAW, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh)
orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan
sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir;
seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia
kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,"
demikian firman-Nya (QS. Al-Baqarah [2] : 261).
Seruan
Rasulullah itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan
menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, "Ya, Rasulullah. Harta
milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk
diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di
jalan Allah."
"Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan," jawab Rasulullah.
Kemudian
datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. "Ya, Rasulullah. Saya akan
melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya,"
ujarnya.
Adapun
Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun
segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang
hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara
diam-diam.
Mengapa
para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah
tersebut? Ini tiada lain karena yakin akan balasan yang berlipat ganda
sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Medan perang adalah
medan pertaruhan antara hidup dan mati. Kendati begitu para sahabat
tidak ada yang mendambakan mati syahid di medan perang, karena mereka
yakin apapun yang terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka.
Sekiranya gugur di tangan musuh, surga Jannatu na’im telah siap menanti
para hamba Allah yang selalu siap berjihad fii sabilillaah. Sedangkan
andaikata selamat dapat kembali kepada keluarga pun, pastilah dengan
membawa kemenangan bagi Islam, agama yang haq!
Lalu,
apa kaitannya dengan memenuhi seruan untuk bersedekah? Sedekah adalah
penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih
menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus
biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus
kali lipat. Masya Allah!
Sahabat,
betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai
dengan hati ikhlas, sampai-sampai Allah sendiri membuat perbandingan,
sebagaimana tersurat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin
Malik, seperti yang dikemukakan di awal tulisan ini.SELAMAT DATANG BULAN SUCI RAMADHAN
..............''SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA ,SEMOGA KITA DIBERIKAN
KESABARAN ,DAN KEKUATAN IMAN
AMIIN YAA ROBBALLALAMIIN.
'' NURWANA NURUL IMAN''BEKERJASAMA DENGAN CATERING LAINNYA YANG BERADA DI SEPUTAR WUNUTSARI DIANTARANYA NIKMAT CATERING,BERKAH CATERING,LATANSA CATERING ,SAM KATERING MELAYANI TASYAKURAN AQIQOH DENGAN BERBAGAI ANEKA MASAKAN SIAP SAJI''ANDA MAU AQIQOH PESAN SAJA DI "BAITUL AQIQOH NURWANA NURUL IMAN,,JL TEGAL GONDO RT 21 RW 06 KARANG PLOSO MALANG ,03419601547,082132427005,085607972700.
AMIIN YAA ROBBALLALAMIIN.
'' NURWANA NURUL IMAN''BEKERJASAMA DENGAN CATERING LAINNYA YANG BERADA DI SEPUTAR WUNUTSARI DIANTARANYA NIKMAT CATERING,BERKAH CATERING,LATANSA CATERING ,SAM KATERING MELAYANI TASYAKURAN AQIQOH DENGAN BERBAGAI ANEKA MASAKAN SIAP SAJI''ANDA MAU AQIQOH PESAN SAJA DI "BAITUL AQIQOH NURWANA NURUL IMAN,,JL TEGAL GONDO RT 21 RW 06 KARANG PLOSO MALANG ,03419601547,082132427005,085607972700.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda